Foto: thinkstockJakarta, Penelitian LSM BaliFokus tahun 2014-2015 menemukan 83 persen cat enamel dekoratif di Indonesia masih mengandung timbal tinggi. Pada mainan anak atau kemudahan di sekolah menyerupai TK atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), bagaimana orang bau tanah mampu mencurigai bahwa peralatan yang digunakan menggunakan cat dengan kandungan timbal tinggi?
"Memang berdasarkan studi kami cat dengan warna ngejreng atau terang, yakni kuning, orange, merah, dan hijau mengandung timbal yang cukup tinggi. Bisa dicurigai cat itu mengandung timbal tinggi kalau terlihat mengkilap gitu warnanya," kata eksekutif BaliFokus, Surya Anaya.
"Jadi kalau kena cahaya itu benar-benar mampu memantulkan cahaya. Tapi itu kecenderungan cat yang patut dicurigai ya, belum pasti juga yang menyerupai mengandung timbal tinggi. Untuk lebih akuratnya, pasti harus kita periksa ke lab," lanjut Surya di kantor Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Jl Dempo, Kebayoran Baru, Kamis (29/10/2015).
Sementara, untuk mencurigai bahwa mainan atau alat ajar anak menggunakan cat bertimbal tinggi dikatakan Surya tak mampu dilakukan hanya dengan mengendus baunya saja. Ia menambahkan, kesadaran orang bau tanah akan ancaman paparan timbal pada anak memang penting.
Baca juga: WHO Ingatkan Bahaya Keracunan Cat Bertimbal pada Anak
Sebab, WHO menyebutkan bawah umur paling berisiko terhadap paparan timbal yang dihirup dari abu dan kepingan cat yang bertimbal. Paparan timbal tersebut pun akan kuat pada perkembangan otak dan tingkat kecerdasan anak-anak. WHO juga menyebut paparan timbal di masa bawah umur berkontribusi pada 600.000 kasus gres cacat intelektual pada anak setiap tahunnya.
Hadir dalam kesempatan sama, pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo mengatakan kesadaran akan ancaman paparan timbal di cat pada anak mampu meningkatkan kesadaran pihak sekolah, khususnya TK dan PAUD untuk menyediakan mainan dan alat peraga dengan materi yang aman.
"Dengan begitu pihak sekolah mampu lebih hati-hati dalam menyediakan mainan, memesan alat, atau mengecat ulang peralatan yang ada. Bahkan, akan rupawan sekali kalau salah satu komponen pengesahan yang didapat TK atau PAUD saat mereka menyediakan alat atau mainan yang bebas timbal," tutur Sudaryatmo.
Untuk membedakan cat yang cenderung berbahaya atau tidak, produsen mainan kayu, Thamrin menuturkan mainan yang warnanya menggunakan cat air dan relatif tidak mengandung materi berbahaya, warnanya akan semi glossy. Tidak terlalu glossy menyerupai penggunaan cat dengan thiner. Soal bau, kalau cat yang digunakan tidak mengandung materi berbahaya, maka tidak ada baunya.
"Kalau ada thiner atau materi beracun lain baunya nyengat banget. Memang produk lokal kayak kita lebih baik daripada produk impor yang murah-murah itu, tapi enggak semua produsen lokal itu pasti bagus, banyak yang bandel, pake thiner dan di dalamnya mengandung timbal sama merkuri. Racun itu kalau dihisap ke paru-paru ancaman banget untuk anak-anak, apalagi kalau dioral ya dimasukan ke mulut. Emang kesudahannya enggak pribadi kelihatan tapi kan ke depannya gres terlihat," tutur Thamrin beberapa waktu lalu.
Baca juga: Hati-hati! Racun Timbal dalam Campuran Cat Bisa Mandulkan Pasutri
Komentar
Posting Komentar