Hendak Ajarkan Anak Pendidikan Seks? Jangan Lupa Pakai Prinsip Praise

Hendak Ajarkan Anak Pendidikan Seks? Jangan Lupa Pakai Prinsip PraiseFoto: thinkstock

Jakarta, Pendidikan seks perlu diberikan semenjak dini pada anak-anak. Hanya saja, kendala muncul ketika orang renta merasa canggung ketika harus melaksanakan hal itu. Contoh sederhananya, tak jarang orang renta merasa aib ketika harus menyebut alat vital anak dengan sebutan penis atau vagina.

Menurut perawat kesehatan seksual dan reproduksi Vanessa Hamilton, seringkali orang renta enggan mendiskusikan seks dengan anak alasannya hal itu membuatnya tidak nyaman alasannya membicarakan seks dengan seseorang yang relatif masih belia. Padahal, menurut Hamilton, bawah umur belum terpikir atau memiliki hasrat seksual.

"Bahkan, ada momen-momen 'talkable' di mana orang renta sulit sekali mengucapkan kata sederhana menyerupai vagina dan penis. Nah, untuk mempermudah Anda membicarakan hal-hal yang berbau seksual dengan anak, coba terapkan prinsip PRAISE yaitu Positive, Respect, Accurate, Information, Simple, dan Empowerment," kata Hamilton menyerupai dikutip dari Sydney Morning Herald, Kamis (26/11/2015).

Positive, lanjut Hamilton merujuk pada reaksi faktual ketika anak bertanya atau merespons hal-hal seputar pendidikan seksual yang diberikan. Ketika anak tiba-tiba bertanya soal apa itu penis dan vagina misalnya, terkejut memang lumrah dialami orang renta tapi segera alihkan verbal Anda.

Misalnya, katakan 'Itu pertanyaan yang bagus. Ibu senang kau menanyakan itu. Omong-omong, dari mana kau tahu hal itu?'. Jangan lupa terapkan respect alias hormati apa yang dikatakan anak dan ajarkan pada si kecil bahwa pada prinsipnya, membicarakan problem kesehatan seksual semata alasannya kita menghargai dan menghormati orientasi seksual, praktik seksual, dan gaya hidup masing-masing orang.

Baca juga: Cara Praktis Ajarkan Pendidikan Seks Dini Sesuai Tahapan Umur Anak

Materi yang Anda berikan juga harus akurat. Hamilton menyarankan lebih baik gunakan kata penis dan vagina daripada burung atau kubis. Sebab, penyebutan yang tidak sempurna justru akan membuat anak galau dan mencari tahu informasi dari sumber lain. Toh, nama yang Anda berikan yaitu nama ilmiah yang sebenarnya.

"Anda juga mampu mencari informasi bersama-sama. Jika anak terbiasa memakai internet sendiri, pastikan ia selalu bercerita pada Anda kalau ada konten yang tak seharusnya untuk anak seusia dia. Di sini, keterbukaan amat diperlukan supaya anak tak segan memberi tahu apa yang ia lihat dan ketahui dari pihak lain," kata Hamilton.

Sampaikan pula informasi-informasi pada anak yang lengkap sehingga mereka mampu lebih memahaminya. Misalnya, beri tahu apa saja efek dari seks bebas menyerupai terjadi penyakit menular seksual atau kesepakatan nikah dini. Nah, informasi akurat yang disampaikan harus menggunakan prinsip selanjutnya yakni simple alias sederhana.

Segala informasi yang diberi pada anak baiknya simpel dan tidak menggunakan bahasa yang rumit serta mudah dimengerti. Sesuaikan pula penggunaan bahasa dengan usia anak. Terakhir, lakukan empowerment di mana Anda menjabarkan mengapa pendidikan kesehatan seksual penting bagi mereka.

"Katakan bahwa memang Anda ingin melindunginya dari penyalahgunaan atau ancaman yang mampu terjadi. Menekankan pada anak bahwa ia yaitu harta paling berharga Anda itu juga mampu membuat ia makin terdorong untuk mampu membuat Anda bahagia sehingga dengan kata lain ia lebih 'nurut' dengan Anda," kata Hamilton.

Baca juga: Metode 'Imunisasi', Salah Satu Cara Ajarkan Anak Pendidikan Seks Dini

Komentar