Tak Cuma pada Kulit, Wanita Juga Alami Penuaan di Sistem Reproduksinya

Tak Cuma pada Kulit, Wanita Juga Alami Penuaan di Sistem ReproduksinyaFoto: thinkstock

Jakarta, Beberapa wanita ada yang sengaja menunda memiliki anak alasannya ialah ingin menyelesaikan pendidikan atau mengejar karirnya. Namun, jangan hingga dilupakan bila penuaan reproduksi juga berlangsung seiring bertambahnya usia.

"Seiring bertambahnya usia wanita, kemampuannya memproduksi sel telur dengan kualitas dan kuantitas yang baik semakin menurun. Dalam hal ini ada dua aspek yaitu usia kronologis ovarium dan usia biologis ovarium," tutur dr Yassin Yanuar, MIB, SpOG.

Usia kronologis ovarium, secara sederhana dikatakan dr Yassin yakni usia berdasar tanggal lahir si wanita. Sedangkan, usia biologis, tidak selalu sama dengan usia kronologis. Usia biologis berafiliasi dengan cadangan ovarium pada wanita yang mengalami penurunan seiring bertambahnya usia dalam rentang waktu yang cepat atau lambat.

"Cadangan ovarium yaitu jumlah dan kualitas sel telur pada usia tertentu. Secara alami, seiring bertambahnya usai, sel telur wanita akan berkurang alasannya ialah wanita mengalami penuaan reproduksi. Berbeda dengan pria yang selalu bisa menghasilkan sperma," tutur dr Yassin, di sela-sela Seminar Media SMART IVF Indonesia di Bebek Bengil Resto, Jl Agus Salim, Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Baca juga: Catat! Ini Faktor Penentu Keberhasilan Program Bayi Tabung

dr Yassin mengungkapkan bahwa angka penuaan reproduksi bervariasi pada tiap wanita. Faktor genetik ataupun lingkungan bisa memengaruhi penuaan ovarium secara biologis yang menjadikan cadangan ovarium menurun. Akibatnya, usia kronologis bisa lebih renta daripada usia biologis.


Dokter yang juga praktik di RS Pondok Indah ini menambahkan, di usia 30-35 tahun, kesuburan wanita mulai menurun. Belum lagi ketika ini tak sedikit wanita yang menunda usia komitmen nikah dan impian memiliki anak. Hal-hal tersebut bisa saja meningkatkan jumlah wanita di atas usia 35 tahun yang jadinya memerlukan sumbangan teknologi reproduksi ibarat bayi tabung untuk memiliki anak.

"Saat lahir, jumlah sel telur wanita sekitar 700 ribu kemudian mengalami penurunan hingga ketika pubertas, tinggal 400 ribu. Saat berusia 37 tahun, jumlah sel telurnya makin kurang hingga menjelang menopause jumlahnya sekitar 25 ribu. Nah, dari masa pubertas wanita mengalami 300 hingga 400 kali ovulasi," jelas dr Yassin.

Mengingat cadangan ovarium yang makin berkurang seiring bertambahnya usia, dr Yassin menekankan penting bagi para wanita untuk mengetahui usia biologis ovariumnya. Dengan begitu, ketika pasangan ingin memiliki keturunan, mereka tahu ada satu aspek penting yang tidak bisa dicegah yang bisa saja menjadi kendala dalam memiliki momongan. Jika hal itu terjadi dan diketahui lebih dini, maka penanganan bisa dilakukan sehingga peluang pasangan memiliki anak bisa lebih besar. Salah satunya, melalui alternatif bayi tabung.

Baca juga: Ingat! Susah Punya Anak, Masalah Utamanya Tak Melulu dari Pihak Istri

Komentar