Foto: thinkstockJakarta, Kegiatan bercinta lumrah dilakukan pasangan suami istri. Tapi ingatlah untuk melakukannya di kawasan dan waktu yang aman semoga tidak terlihat oleh anak. Sebab sekali ia melihatnya, mampu melekat di ingatannya.
Nah, peristiwa yang melekat di ingatan ini mampu jadi membuat anak aib tapi penasaran. Jika tidak mendapat pendidikan seks yang memadai, maka anak mampu coba-coba melaksanakan kegiatan yang sama. Yang dikhawatirkan yaitu bila anak atau dewasa tidak mampu mengontrol diri dan nafsunya, sehingga malah melaksanakan pencabulan atau pemerkosaan.
"Di usia pubertas, anak seharusnya berguru untuk mengontrol dirinya. Dan memang di usianya segitu tidak boleh melaksanakan kegiatan menyerupai itu. Mungkin hal itu dikarenakan anak yang menonton film porno atau di rumah ia melihat orang tuanya berafiliasi intim," tutur psikolog keluarga, Anna Surti Ariani, MPsi.
Selain itu, kebiasaan anak menonton ataupun memainkan game yang berbau sadistik dikhawatirkan turut menyumbang perilaku kekerasan yang dilakukan anak. Belum lagi jikalau mereka gemar menjajal game-game yang tak hanya menyampaikan sadistik tapi juga erotisme.
"Kondisi ini biasanya alasannya yaitu orang renta tidak mampu mengawasinya dengan banyak sekali alasan misalnya sibuk atau orang renta yang sedang ada persoalan dengan keluarga atau sedang ada persoalan perceraian sehingga anak tidak mampu diawasi sepenuhnya. Seharusnya orang renta walaupun sedang sibuk atau apapun yang terjadi dan dialami olehnya, pengawasan anak jangan terabaikan," papar perempuan yang dekat disapa Nina ini.
Baca juga: Pentingnya Ajarkan Cara Perlindungan Diri pada Anak untuk Hindari Pencabulan
Hal senada disampaikan sikolog anak dan dewasa dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi. Munculnya hasrat seks yang terlalu dini dan bahkan membuat anak kemudian melaksanakan acara seks, awalnya merupakan coba-coba.
"Mungkin kalau bawah umur yang mengalami, sepertinya random sih ya. Mereka hanya mencoba-coba dari hasil melihat orang tuanya melaksanakan atau nonton film atau game yang mereka mainkan sehingga melaksanakan hal tersebut," papar Ratih ketika dihubungi terpisah.
Terkait kenikmatan seksual, Ratih pernah menjumpai kasus di mana anak laki-laki usia 3 tahun yang penisnya mampu bangun setelah dirangsang. Kasus lainnya, anak perempuan usia 3 tahun yang gemar masturbasi.
"Itu alasannya yaitu awalnya random, tidak sengaja klitorisnya terasa enak ketika terkena shower untuk membersihkan vaginanya. Kemudian anak malah berusaha untuk mencarai kesempatan melaksanakan itu alasannya yaitu enak," dongeng Ratih.
Baca juga: Tepergok Bercinta oleh Anak? Jangan Panik, Atasi dengan Cara Ini
Lalu bagaimana mengatasinya? Orang renta tidak perlu marah-marah ketika menjumpai balitanya bermasturbasi. Justru seharusnya anak diberi edukasi.
"Kita kasih ia treatment menyerupai mengedukasinya kalau kayak gitu mampu bikin tangan luka atau jorok. Tidak mampu bilang kalau itu dosa atau hal lainnya," imbuh Ratih.
(vit/)
Komentar
Posting Komentar