Foto: thinkstockJakarta, Deteksi dini pada anak dengan autisme mampu membuat tata laksana autisme lebih cepat sehingga, kualitas hidup anak akan lebih baik. Hanya saja, deteksi dini autisme di Indonesia tampaknya masih sulit dilakukan.
Menanggapi hal ini, Prof Irwanto, PhD, guru besar Fakultas Psikologi Universitas Atma Jaya mengatakan sejatinya, deteksi dini gejala autisme di Indonesia dapat dilakukan oleh orang tua, bidan, masyarakat, dan dokter yang ada di masyarakat.
Akan tetapi, ketika ini deteksi dini tersebut masih sulit dilakukan. Menurut Prof Irwanto, salah satu sebabnya karena masih banyak orang renta yang tidak menyadari bahwa sang anak memperlihatkan gejala autisme.
"Apakah ada deteksi dini di Indonesia? Pertama, orang renta tidak mudah curiga. Setelah itu, ketika masuk SD, guru juga tidak curiga jikalau anak mengidap autisme. Padahal early detection ini sudah mampu dilakukan ketika anak dalam usia early chilhood atau ketika anak masuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)," tutur Prof Irwanto kepada detikHealth.
Pemeriksaan dokter pertama kali untuk penyakit apapun pada anak, menurut Prof Irwanto juga seharusnya dapat mendeteksi adanya gejala autisme pada anak. Maka dari itu, orang renta dibutuhkan mampu lebih peka dengan apapun yang terjadi pada anak. Terutama jikalau anak sudah memperlihatkan gejala-gejala autisme.
Baca Juga: Pesan Dokter untuk Orang Tua Ketika Anak Didiagnosis Autisme
Prof Irwanto yang juga merupakan wakil eksekutif Pusat Kajian Perlindungan Anak Universitas Indonesia ini mengatakan bahwa kesulitan early detection ini tidak terlepas dari dua kelemahan utama di Indonesia. Pertama ialah dari segi regulator. Ia mengungkapkan, ketika regulator tidak membuat regulasi yang dibutuhkan, biasanya peraturan hanya bersifat ad hoc saja.
"Jika ada jawaban dari masyarakat gres dibuat peraturannya. Kedua, karena kita gres mulai dengan sistem kesehatan umum, BPJS, kita harapkan BPJS akan concern kepada kasus autisme ini karena pemerintah juga yang akan membiayai, tapi kita masih harus menunggu. Good news-nya kita sudah mulai kesana, hopefully," terang Prof Irwanto.
Komentar
Posting Komentar