Foto: Muhamad Reza SulaimanJakarta, Kurang gizi dan kelebihan gizi menjadi duduk perkara kesehatan balita di Indonesia. Yayasan Balita Sehat, sebuah lembaga swadaya masyarakat, hadir untuk mengatasi duduk perkara tersebut.
Manager Program Yayasan Balita Sehat, Nur Febriani, mengatakan Yayasan Balita Sehat didirikan pada tahun 2001. Kala itu, kurang gizi menjadi duduk perkara kesehatan utama bagi balita di Indonesia.
"Pertama didirikan di Jakarta tahun 2001 itu masih banyak duduk perkara kurang gizinya. Awalnya kita hanya fokus untuk feeding program, jadi menunjukkan makanan suplemen bagi balita yang mengalami kurang gizi," ungkap Febri, ditemui di Kantor Yayasan Balita Sehat, Jl H. Naim II, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Jumat (27/5/2016).
Baca juga: 93,5% Orang Indonesia Kurang Makan Sayur dan Buah, Bisa Kaprikornus Ini Sebabnya
Pada tahun 2008, Yayasan Balita Sehat melebarkan sayap untuk mengatasi duduk perkara kurang gizi di Nusa Tenggara Timur. Dan pada tahun 2014, Yayasan Balita Sehat juga membuka acara di Desa Bojong Gede, Bogor.
anak-anak bermain di PAUD Yayasan Balita Sehat |
Seiring berjalannya waktu, duduk perkara kesehatan balita mengalami perubahan. Jika dulu hanya stunting dan gizi buruk, kini banyak balita yang mengalami duduk perkara kesehatan akhir berat tubuh berlebih atau overweight.
Febri mengatakan hal ini terjadi akhir kurangnya informasi orang renta wacana asupan makanan yang sehat bagi balita. Balita sering diberi susu kental manis yang tinggi gula dan kalori serta jajanan tidak sehat yang mengandung banyak lemak.
"Selain itu acara fisik juga kurang sebab sekarang balita juga sudah mudah untuk menerima jalan masuk ke gadget elektronik," ungkapnya.
Untuk mengatasinya memang tidak mudah. Nur Akmalia, Koordinator Bidang Kesehatan Yayasan Balita Sehat, menyebut konseling untuk orang renta merupakan langkah pertama yang harus dilakukan. Jika orang renta sudah paham wacana duduk perkara kesehatan anak, mengubah contoh makan akan lebih mudah.
"Jadi yang kurang gizi selain feeding acara juga kita bantu atur contoh makan dengan yang lebih sehat. Untuk yang kelebihan gizi kita ganti snacknya dengan buah dan perbanyak acara fisik," tuturnya.
PAUD dan Kelas Keterampilan Ibu
Tak hanya membantu mengentaskan duduk perkara kurang gizi dan kelebihan gizi balita, Yayasan Balita Sehat juga memiliki acara Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan kelas keterampilan untuk ibu.
PAUD dibagi menjadi 3 kelas berdasarkan kelompok umur. Di sini, balita mampu bermain sambil mencar ilmu sekaligus dipantau kondisi kesehatan tumbuh kembangnya.
Lomba cerdas cermat bagi ibu di PAUD Yayasan Balita Sehat |
Untuk ibu, ada dua acara yang dijalankan. Pertama ialah materi wacana kesehatan keluarga yang diberikan dua ahad sekali dan kelas keterampilan. Materi kesehatan keluarga meliputi penyuluhan wacana penyakit menyerupai diare, bisul saluran pernapasan akut sampai derma obat cacing.
Sementara kelas keterampilan dilakukan sesuai minat ibu. Keterampilan yang diajarkan antara lain menjahit, memasak, menyulam dan lain-lain. Diharapkan dengan adanya kelas keterampilan dapat bermanfaat bagi keluarga.
Baca juga: Risiko Kesehatan di Balik Menggemaskannya Anak yang Gemuk
"Kelas memasak kita ajarkan membuat snack atau makanan sehat. Kaprikornus mampu juga jika ibu mau usaha di rumah dengan jualan itu nggak apa-apa. Kita juga ada kelas menjahit yang jadinya mampu dijual dan diberikan kembali ke ibu," tutur Febri.
Biaya untuk mengikuti kelas PAUD di Yayasan Balita Sehat tergolong murah, hanya Rp 40 ribu per bulan. Calon murid pun diutamakan berasal dari golongan menengah ke bawah dan memiliki duduk perkara kesehatan, baik kurang gizi ataupun kelebihan gizi.
"Jadi kita sekalian memperbaiki gizi mereka, juga mengenalkan pendidikan awal dengan bermain sambil belajar," tutup Febri.
anak-anak bermain di PAUD Yayasan Balita Sehat
Lomba cerdas cermat bagi ibu di PAUD Yayasan Balita Sehat
Komentar
Posting Komentar