Foto: thinkstockJakarta, Pada balita, ada yang memperlihatkan ketertarikannya pada huruf. Misalnya saja, kalau bermain puzzle ia senang dengan yang berbentuk abjad atau selalu bertanya soal banyak sekali abjad yang ia temui di sekitar. Nah, kalau mirip itu, apakah tandanya anak sudah siap diajari membaca?
Menanggapi hal ini, psikolog pendidikan dari TigaGenerasi, Rafika Ariani, MPsi, Psikolog mengatakan ketertarikan lebih dini balita pada abjad pada prinsipnya bisa membuat orang bau tanah lebih awal memberi stimulasi pada mereka. Sehingga, ketika anak diajari membaca pun tak masalah.
"Tapi pendekatannya itu bermain sambil belajar. Prinsipnya pada anak hingga usia 6 tahun, pendekatan itu yang diapaki. Bukan pelajaran formal mirip di sekolah, tapi dengan cara yang menyenangkan," kata wanita yang dekat disapa Fika ini ketika berbincang dengan detikHealth.
Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Kemampuan Baca Anak
Menurut Fika, ketika mengajari anak membaca, jangan hingga membuat ia merasa terpaksa. Ketika anak tampak jenuh, maka biarkan ia main sejenak dan jangan diforsir. Jika diforsir, dikatakan Fika nantinya anak justru jadi tidak suka membaca. Pada ketika duduk di Sekolah Dasar (SD) diibaratkan Fika anak nantinya sudah bosan alasannya yaitu sebelumnya sudah terlampau 'kenyang' diajari membaca.
Ia menambahkan, banyak pula play group yang mulai mengajari anak membaca dengan pendekatan bermain sambil belajar. Caranya, anak ditunjukkan banyak sekali jenis huruf. Sehingga, yang ditekankan yaitu anak bisa mengetahui perbedaan bentuk abjad dan juga mana abjad kecil serta kapital.
"Kalau soal suara atau lafalnya memang nggak spesifik alasannya yaitu ketika itu anak lebih dikenalkan saja ke huruf. Sehingga, boleh-boleh saja mengajari anak membaca kalau memang anak sudah memperlihatkan ketertarikan. Tapi ingat, dengan pendekatan bermain sambil belajar," kata Fika.
Baca juga: Menakut-nakuti Anak Agar Rajin Belajar, Itu Bukan Solusi
Komentar
Posting Komentar