Foto: ilustrasi/thinkstockJakarta, Pemberian pendidikan kesehatan reproduksi (kespro) bisa dilakukan semenjak dini, termasuk pada anak usia sekolah dasar (SD) melalui kurikulum penjagaan kesehatan reproduksi. Nah, pendidikan kespro yang diberi pun tak melulu hanya berupa anatomi badan atau proses reproduksi.
"Pendidikan kespro tidak melulu hal-hal berbau seksual. Kita bisa sampaikan bagaimana konsep kesehatan reproduksi, bukan sekadar anatomi atau proses gimana sperma bertemu sel telur hingga terjadi pembuahan. Pendidikan kespro ini bisa disampaikan oleh guru, tenaga kesehatan, dan orang tua," kata dr Arietta Pusponegoro SpOG(K).
Ia melanjutkan, Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dapat diintegrasikan dengan kurikulum sekolah semenjak tingkat SD. Tujuannya, menanamkan bagaimana anak nantinya akan berkeluarga. Untuk upaya tunjangan pendidikan kespro, orang bau tanah seharusnya tidak lepas tangan. Sebab, menurut dr Arietta belum dewasa perlu 'disentuh' alasannya yaitu mereka pasti butuh perhatian dari orang tuanya.
Baca juga: Remaja Rawan 'Nyasar', Kemajuan Teknologi Bisa Picu Pernikahan Dini
Hal tersebut disampaikan dr Arietta di sela-sela Seminar 'Keluarga Peduli Kesehatan Reproduksi' di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (1/9/2016). Dengan adanya pendidikan kespro, dibutuhkan bisa mencegah dewasa melaksanakan perilaku seks berisiko. Kemudian, nantinya dewasa bisa menjalani kehidupan reproduksi yang sehat dan bertanggung jawab.
"Jadi nanti dikala menikah, hamil, dan punya anak tahu kapan ia hamil, kapan stop punya anak. Untuk remaja, jikalau pacaran ya pacaran sehat, artinya tetap sekolah dan jangan hingga mengorbankan harga diri. Buat anak perempuan, gimana kita orang bau tanah bisa membuat mereka bisa mengatakan no pada seks bebas. Kalau kesudahannya diputusin ya nggak apa-apa, cari pacar yang lain," tutur dr Arietta.
Hadir dalam kesempatan sama, kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty mengatakan kesehatan reproduksi pada prinsipnya yaitu keadaan tepat pada fisik, mental, sosial, dan spiritual seseorang, bukan hanya seputar penyakit atau abnormalitas terkait sistem reproduksi. Surya mengatakan, belum semua orang mengetahui atau peduli wacana kespro.
"Padahal salah satu fungsi keluarga yaitu menjalankan fungsi reproduksi yang sehat dan menghasilkan keturunan yang sehat dan berkarakter. Di keluarga pun edukasi kespro bisa dilakukan, kespro kan adegan dari kesehatan insan juga," kata Surya.
Baca juga: Keren! Makara Duta Genre, Remaja Ini Aktif Sosialisasikan Anti Nikah Dini
Komentar
Posting Komentar