Riset: 25 Persen Keputusan Lepas Masa Lajang Ditentukan Gen

Riset: 25 Persen Keputusan Lepas Masa Lajang Ditentukan GenFoto: Thinkstock

Jakarta, Keputusan untuk melepas masa lajang, dalam hal ini terkait melaksanakan kekerabatan seks pertama kali ternyata tidak melulu datang dari lingkungan di mana seseorang dibesarkan atau tingkat pendidikannya. Sebuah penelitian mengungkap, ini sudah ditentukan oleh gennya masing-masing.

John Perry, spesialis genetika dari MRC Epidemiology Unit, University of Cambridge mengatakan, keputusan untuk melaksanakan kekerabatan intim pertama kali biasanya dipengaruhi sejumlah faktor, menyerupai struktur dan pandangan keluarga, kultur, pengaruh agama, dan pengaruh dari teman-teman sebaya.

Akan tetapi Perry meyakini, keputusan itu ditentukan oleh sesuatu yang lebih 'personal', yaitu faktor genetik. "Padahal orang menduga ini semua hanya soal pilihan," kata Perry.

Menurutnya, ada kode-kode genetik tertentu yang membantu seseorang untuk menentukan kapan ia akan melaksanakan kekerabatan intim, dan momen-momen penting lainnya menyerupai kapan memiliki anak, bahkan sampai ke aspek berapa jumlah anak yang ingin dimiliki.

Perry memastikan temuannya dengan melaksanakan analisis terhadap gen lebih dari 125.000 orang yang data personalnya semisal sampel darah, urine dan air liurnya disimpan di UK Biobank. Usia mereka rata-rata 40-69 tahun. Ada juga data rekaman wawancara dengan partisipan perihal gaya hidup dan keseharian mereka.

Hasil analisis genetika tadi kemudian dihubungkan dengan masa-masa penting dalam kehidupan reproduksi mereka, semisal usia ketika pertama kali bercinta dan dikala melahirkan anak pertama.

"25 Persen perilaku yang berkaitan dengan reproduksi ditentukan oleh genetika, dan sisanya (75 persen) gres dipengaruhi nurture atau teladan asuh. Artinya tidak semua karena pengaruh dari luar," terang Perry menyerupai dikutip dari CNN, Jumat (12/8/2016).

Baca juga: Dokter Ini Sebut Tes Keperawanan Bisa Cederai Psikologis

Perry menambahkan, terdapat 38 gen dalam susunan genetik insan yang berkontribusi terhadap masa-masa penting dalam reproduksi mereka. Salah satu gen yang diketahui berkaitan dengan keputusan untuk bercintaadalah CADM2. Gen ini diduga dapat mensugesti kecenderungan seseorang untuk mengambil risiko dan impian untuk menerima keturunan.

Sedangkan gen lain yang berjulukan MSRA berkaitan dengan sifat mudah terganggu atau lekas marah. Gen ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang memutuskan gres menikah atau bekerjasama seks belakangan. Namun Perry tidak mengatakan gen-gen ini berdampak eksklusif pada pengambilan keputusan tersebut.

"Mereka memegang peranan dalam menentukan aspek-aspek kehidupan yang mensugesti pilihan seseorang untuk melepas masa lajangnya, menyerupai kapan mereka memasuki masa puber dan kapan organ seksual mereka dianggap matang," paparnya.

Baca juga: Turunkan Kasus HIV, Wali Kota Beri Beasiswa Bagi Warga yang Jaga Keperawanan

Di sisi lain, Perry juga menemukan pubertas dini memiliki dampak eksklusif pada usia di mana seseorang bercinta untuk pertama kali, termasuk kapan anak pertama mereka lahir dan setinggi apa pendidikan mereka. "Bisa dikatakan bila Anda remaja lebih cepat, maka prioritas ikut berubah. Ini pula sebabnya Anda jadi lebih sulit berkonsentrasi di sekolah," tutupnya.

Komentar