Foto: ThinkstockLeicestershire, Saking semangatnya mengeksplorasi lingkungannya, balita seolah tidak kehabisan energi untuk melompat, berlari ke sana ke mari, ataupun memegang aneka benda di sekelilingnya. Namun terkadang orang renta justru kesal ketika anaknya 'tidak bisa diam'.
Jika Anda termasuk orang renta yang kerap kesal ketika anak 'tidak bisa diam', mungkin hasil penelitian ini bisa menginspirasi Anda untuk mulai mengubah cara pandang. Sebab penelitian ini mengungkap manfaat yang bisa didapat dengan membiarkan anak bergerak bebas.
Adalah Loughborough University yang menggelar penelitian untuk melihat dampak balita yang bebas bergerak dengan perkembangan fisiknya. Dalam penelitian, digelar pilot project 'Bergerak untuk Belajar' yang mana didesain jadwal untuk memfasilitasi bawah umur usia dini biar aktif bergerak.
Para balita yang terlibat dalam acara ini diberi kesempatan untuk bergerak guna meningkatkan keterampilan motorik halus dan kasar. Kegiatan yang dilakukan meliputi melempar, menangkap, keseimbangan, mengartikulasikan bunyi dan melompat-lompat.
![]() |
Baca juga: Balita Punya Ketertarikan pada Huruf, Tanda Sudah Siap Belajar Membaca?
Lalu apa hasilnya? Menurut Miss Garland, salah satu guru yang terlibat dalam proyek menuturkan bawah umur menerima manfaat besar dari jadwal harian tersebut. Setelah beberapa waktu, bawah umur bisa menangkap bola dengan baik dan berlari dengan lebih stabil. Tak cuma itu, anak juga jadi lebih mandiri, lebih baik dalam mengikuti suatu kode dan terlibat lebih baik dalam kerja tim.
"Juga lebih cepat ketika melepas sepatu dan kaos kakinya. Anak-anak juga jauh lebih baik dalam memegang pensil, yang mana ini berdampak pada goresan pena mereka," ujar Miss Garland, dikutip dari press release yang dikeluarkan Loughborough University.
Yang tak diduga juga oleh Miss Garland, kemampuan membaca bawah umur tersebut juga cenderung lebih baik.
Menanggapi hal tersebut, Professor Pat Preedy yang merupakan pemimpin jadwal 'Bergerak untuk Belajar' mengatakan terbukti dari penelitian ada kaitan antara pergerakan anak di tahun-tahun awal hidupnya dengan perkembangan dan kemampuan belajarnya. Apalagi dengan aktif bergerak di tahun-tahun awal hidupnya, keseimbangan dan koordinasi anak akan terasah dengan baik.
Untuk itu menurutnya perlu dikembangkan acara fisik yang memadai sehingga didapat perkembangan emosi dan intelektual yang baik.
![]() |
Jadi bahwasanya untuk 'mencetak' anak berakal bukan dengan buru-buru memasukkannya ke sekolah formal. Apalagi jikalau acara di sekolah formal membuat anak jadi terbatas acara fisiknya. Orang renta perlu jeli ketika akan memasukkan anak ke daerah pendidikan anak. Perlu dipahami bahwa pendidikan untuk anak usia balita bahwasanya ialah dengan bermain, alasannya ialah itu perlu diperhatikan kurikulum yang diberlakukan untuk anak.
Semula hanya dua sekolah di Inggris yang terlibat dalam pilot ini, namun kini peneliti memperluas proyeknya sampai ke 30 sekolah.
Baca juga: Anak Antusias pada Hal-hal 'Berbau' Sekolah, Tanda Sudah Siap Sekolah?


Komentar
Posting Komentar