Berbeda dari Ilmu Biologi, Pendidikan Reproduksi Perlu Mulai Diajarkan Pada Anak

Berbeda dari Ilmu Biologi, Pendidikan Reproduksi Perlu Mulai Diajarkan Pada AnakFoto: Thinkstock

Jakarta, Ahli menganjurkan orang renta supaya mengajari anaknya pendidikan reproduksi semenjak dini sesuai dengan tahapan usia. Tujuannya supaya anak mengerti betul perihal perbedaan gender, bagaimana bergaul dengan lawan jenis, dan yang paling penting fungsi reproduksinya sendiri.

Hanya saja sayang pendidikan reproduksi ini di Indonesia tak begitu diperhatikan. Banyak orang renta menganggap seks sebagai sesuatu yang tabu dan menyerahkan penjelasannya pada guru sekolah dalam pelajaran reproduksi di lingkup ilmu biologi.

Padahal menurut Profesor Siswanto Agus Wilopo, SU, MSc, ScD, dari Pusat Kesehatan Reproduksi Universitas Gajah Mada bahwa pendidikan reproduksi berbeda dari ilmu biologi dan diberikan bukan berarti untuk mengajarkan anak berafiliasi seks. Justru kebalikannya dengan memahami aspek-aspek reproduksi anak diperlukan akan lebih mampu menjaga diri.

"Pelajaran biologi itu tidak mengena sebab ilmunya bukan untuk dirasakan diri sendiri. Keseriusan melihat kesehatan reproduksi sebagai episode dari kehidupan itu kita enggak ada," kata Prof Siswanto dalam seminar nasional Menjadi Orang Tua Hebat dalam Mengasuh Anak di kantor BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana), Jakarta, Rabu (14/9/2016).

"Yang terjadi sekarang ya aku memberi pola ekstreme anak SMA perempuan enggak tahu apa itu masa subur. Yang tahu hanya sekitar 20%. Hamil saja banyak yang tidak tahu, bagaimana itu? Kita harus angkat gosip ini terutama untuk anak, remaja, dan orang renta sebab masih kurang," lanjutnya.

Menurut Prof Siswanto pembuat kebijakan perlu berunding merumuskan menyerupai apa kesehatan reproduksi yang perlu diberikan untuk keluarga Indonesia. Badan international United Nation Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sendiri sudah memiliki pedoman bahan kesehatan reproduksi yang mampu dipakai oleh negara-negara.

"Harusnya kita berguru dari apa yang sudah disepakati di tingkat internasional, 2009 UNESCO sudah menetapkan tinggal disaring dari situ mana yang masih relevan dan mana yang tidak.... Fakta bila informasi kesehatan reproduksi kita itu masih jelek. Saya mau tanya sekarang bila Anda mau tahu fungsi dari alat kelamin apa saja kok mampu membuahi dan sebagainya itu harus ke siapa? Ke mana? Materinya ada atau tidak?" pungkas Prof Siswanto.

Baca juga: Hindari Cara Komunikasi Negatif Agar Anak Tak Tumbuh dalam Karakter Negatif


Komentar