Video: Tips Menghadapi Anak Remaja yang Ke-gap Nonton Film Dewasa

Video: Tips Menghadapi Anak Remaja yang Ke-gap Nonton Film DewasaFoto: 20detik

Jakarta, Mendapati anak remaja sedang nonton film cukup umur mampu menjadi mimpi buruk bagi sebagian orang tua. Menurut psikolog, situasi mirip ini harus disikapi dengan sangat berhati-hati.

"Yang harus kita lakukan yaitu menjaga reaksi. Jangan terlalu kaget atau eksklusif memarahi," terang Ratih Zulhaqqi, psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre ketika berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

Orang renta harus bersikap bijak. Ketika anak remajanya menonton film dewasa, ada kemungkinan si anak memiliki rasa ingin tahu yang tidak tersampaikan sehingga mencari tahu sendiri melalui tontonan tersebut. Tugas orang renta yaitu membimbing anak tersebut untuk mencari informasi yang sempurna dan terpercaya.

Itu pula sebabnya, Ratih menilai pendidikan seks seharusnya tidak dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Tidak ada salahnya mengenalkan pendidikan seks semenjak dini, asal diadaptasi dengan usia dan tingkat pemahaman sang anak. Misalnya ketika masih usia prasekolah, mampu dimulai dengan mengenalkan kebersihan organ genital dan 4 area yang tidak boleh disentuh orang lain kecuali oleh orang renta atau dokter.

Video: Tips Menghadapi Anak Remaja yang Ke-<I>gap</I> Nonton Film DewasaFoto: 20detik


Baca juga: Konten Porno Online Picu Gangguan Seksual pada Pria Muda

Menurut Ratih, menjaga anak remaja dari perilaku seksual yang kebablasan memang susah-susah gampang. Ia mengibaratkannya mirip menggenggam pasir yang tidak boleh terlalu kuat, tetapi juga tidak boleh terlalu longgar karena jikalau genggamannya tidak sempurna pasti pasirnya akan lepas.

"Melakukan pembatasan itu penting, tapi berdiskusi dan mendengarkan dari sisi anak juga penting. Ketika ada kedekatan secara hati, maka anak juga akan mendengarkan perkataan orang tua," jelasnya.

Lebih dalam ihwal pendidikan seks pada anak remaja mampu disimak dalam video Bincang Sehat berikut ini:




Video: Kenali Bullying, Agar Anak Tidak Makara 'Tukang Bully'

Komentar