Foto: Twitter Carla HaydenWashington, Bocah perempuan ini benar-benar 'kutu buku'. Di usianya yang masih sangat belia, yakni gres 4 tahun, sudah membaca 1.000 buku. Nama gadis kecil ini Daliyah Marie Arana.
Bocah lucu berambut keriting itu muncul di Twitter seorang pustakawan Amerika Serika, Carla Hayden. Disampaikan Carla Daliyah sudah membaca 1.000 buku. Sejak itu, nama Daliyah menjadi pemberitaan sejumlah media massa.
Bocah asal Gainesville, Georgia, ini memiliki ketertarikan membaca semenjak berumur 18 bulan, yakni ketika dirinya mulai mengenali kata-kata. Sebelumnya, orang bau tanah Daliyah memang sering membacakan dongeng semenjak gadis kecil itu lahir.
Setelah mengenali kata-kata dan tertarik membaca, dikenalkanlah huruf-huruf pada Daliyah. Ketika usianya tiga tahun, Daliyah sudah bisa membaca sendiri. Sejak itulah ia terus saja membaca buku-buku.
"Kami membaca setiap hari, sekitar 15 hingga 20 menit sehari," ujar sang ibunda, Haleema, kepada Times of Gainesville, dikutip dari White House Report.
Saking sukanya membaca, di usianya yang gres 4 tahun itu, Daliyah telah membaca buku untuk mahasiswa. Dia hanya butuh perlindungan orang tuanya ketika menemukan kata-kata sulit.
Kegemaran anaknya itu membuat orang tuanya mengirimkan surat kepada Carla Hayden yang juga merupakan pengurus di Library of Congress. Hingga karenanya Daliyah diundang untuk datang ke Library of Congress yang memiliki koleksi banyak sekali buku dari penjuru dunia. Di satu hari itu, Library of Congress mewujudkan mimpi Daliyah menjadi pustakawan meskipun cuma sehari.
Juru bicara Library of Congress mengatakan aktivitas Librarian for the Day ibarat yang diikuti Daliyah rencananya akan digelar secara reguler. Target pesertanya yaitu belum dewasa hingga berumur 16 tahun. Tujuannya yaitu untuk mencetak sarjana muda dan membuat perpustakaan jadi lebih mudah diakses orang-orang Amerika dari segala usia.
Baca juga: Kenali Beda Balita yang Ogah atau Memang Belum Mampu Diajari Mengenal Huruf
Psikolog Rini Hildayani, M.Si dalam perbincangan dengan detikHealth beberapa waktu lalu mengatakan bisa saja belum dewasa di bawah tiga tahun tertarik pada huruf. Bahkan ada yang sudah bisa mengenal beberapa abjad tertentu.
Tapi yang perlu diingat orang bau tanah yaitu jangan buru-buru memasang target anak harus segera bisa baca ketika mulai tertarik pada huruf. Karena ketika sudah ada target yang ditetapkan maka ada kecenderungan 'menekan' anak untuk mencapai target. Akibatnya jikalau belum bisa, anak bisa stres.
Psikolog pendidikan dari TigaGenerasi, Rafika Ariani, MPsi, Psikolog menambahkan ketertarikan lebih dini balita pada abjad pada prinsipnya bisa membuat orang bau tanah lebih awal memberi stimulasi pada mereka. Namun pendekatannya harus bermain sambil belajar. Saat mengajari anak membaca, jangan hingga membuat ia merasa terpaksa.
Ketika anak tampak jenuh, maka biarkan ia main sejenak dan jangan diforsir alasannya yaitu nantinya anak justru jadi tidak suka membaca.
Cara menyenangkan yang bisa dilakukan orang bau tanah untuk mengajari anak membaca misalnya dengan membacakan buku dongeng dengan banyak gambar. Misalnya pada gambar kucing, anak bisa tahu bagaimana bentuk dan suara lafal abjad pembentuk kata kucing.
Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengajari anak membaca yakni dengan menyanyi di mana liriknya ditampilkan. Sambil menyanyi dan menggerakkan badannya, anak bisa mencar ilmu mengingat kata, mengenal huruf, dan mempelajari perbedaan rima dari lirik lagu tersebut.
Tapi sekali lagi ingat ya Ayah dan Ibu, ketika mengajari anak membaca atau mengenalkan abjad pada anak, jangan dipaksakan. Sebab, di usia balita memang sedang masanya anak mengeksplor segala kemampuannya. Sehingga, orang bau tanah bisa mengenalkan anak ke banyak sekali bidang.
Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Kemampuan Baca Anak
Komentar
Posting Komentar