Tak Hanya Bikin Lelap Tidur, Lagu Macam Ninabobo Bantu Anak Belajar Bahasa

Tak Hanya Bikin Lelap Tidur, Lagu Macam Ninabobo Bantu Anak Belajar BahasaFoto: thinkstock

Jakarta, Menidurkan si kecil dengan ninabobo tidak hanya terbukti dapat menenangkan mereka. Menurut pakar, lagu semacam ini juga berkontribusi penting bagi tumbuh kembang anak.

Dr Georgina Nutton, dosen pendidikan anak usia dini dari Charles Darwin University mengedepankan bahwa lagu bawah umur mengajarkan kepada mereka wacana teladan dalam berbahasa semenjak dini.

"Saat usianya memasuki 2-3 tahun, ketika Anda mengucapkan sesuatu, si kecil akan menimpalinya dengan kata-kata bersajak yang sesuai dengan apa yang Anda ucapkan," katanya.

Meski terdengar main-main, tetapi menurut Dr Nutton ini justru menawarkan bahwa si kecil memahami teladan bahasa yang masih sederhana tersebut.

Ahli patologi bahasa dari CDU, Dr Bea Staley menambahkan, anak tak ubahnya 'celengan binatang' di mana orang bau tanah harus rutin menambah kosakata mereka. Ini untuk persiapan si anak ketika memasuki masa sekolah kelak.

"Saat duduk di dingklik sekolah, kosakata ini sangat diperlukan. Dan makin banyak kosakata yang Anda ajarkan, makin baik performa mereka di sekolah," paparnya menyerupai dilaporkan ABC Australia.

Nyatanya ini juga terbukti membantu meningkatkan kemampuan baca anak. "Ketika anak tiba-tiba bisa membaca, itu bergotong-royong alasannya ialah ia punya banyak pengalaman dengan lagu-lagu menyerupai ninabobo atau permainan nada lainnya," tambah Dr Staley.

Baca juga: Mengenalkan Lagu Anak Lewat Dongeng? Bisa Banget!

Lantas lagu menyerupai apa yang pas untuk menambah kosakata anak? Dr Nutton mengatakan lagu apapun boleh. "Saya memang tidak menyarankan Anda untuk menyanyikan lagu heavy metal ketika menidurkan si kecil, tetapi ini bisa lagu apapun yang familiar untuk Anda," ungkapnya.

Bisa juga dengan lagu gubahan sendiri, setidaknya untuk memperluas kosakata yang diajarkan.

"Yang terpenting, nyanyikan dengan penuh kegembiraan, maka mereka akan menyerapnya dengan baik. Dan jikalau Anda sendiri yang membawakannya, ini akan menambah kedekatan Anda dengan sang buah hati mengingat ia sudah mendengar bunyi Anda semenjak masih dalam kandungan," tutupnya.

Baca juga: Dengar Lullaby Sejak di Rahim, Bayi Baru Lahir Lebih Mudah Tenang

Terkait dengan makin minimnya lagu bawah umur yang ada remaja ini, psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, M.Psi juga meminta orang bau tanah untuk lebih kreatif.

"Kalau nggak punya media untuk terusan internet buat nonton di YouTube, nyanyi aja sebisa ayah ibunya. Nyanyian yang diciptain dadakan, dengan nada apapun asalkan kalimatnya memang gampang dan 'anak-anak' banget, setuju juga kok," kata wanita yang berpraktik di RaQQi - Human Development & Learning Centre tersebut.

Komentar